Minggu, 01 Maret 2015

30 Hari Untuk Masa Lalu



Selamat datang Maret.

Februari sudah habis bersama seseorang yang tak akan lagi saya sebut namanya disini. Tapi, tidak untuk pikirin juga hati. Sesekali. Ya, hanya sesekali.

Februari tahun ini seperti mesin waktu yang mengembalikan saya pada masa lalu. Yang seharusnya hanya sebagai kenangan, bukan untuk kembali. Tapi, tak apa. Toh saya juga tak berencana menetap disana. Seperti yang kalian lihat sekarang. Saya sudah kembali tepat setelah februari berakhir.

Sabtu, 28 Februari 2015

Selamat Tinggal



Kepada Ge,
yang sudah lama meninggalkanku.

Halo, Ge. Lama tak menyuratimu rasa ada yang kurang hari-hariku. Menjadi abu-abu dan merindu berlipat-lipat. Bukan karena sibuk atau bagaimana, aku sengaja melakukan itu. Aku ingin lebih membiasakan diri tanpamu. Maksudku tanpa memikirkanmu. Melupakan. Seperti yang sudah dari dulu kau lakukan.

Jumat, 27 Februari 2015

Cobalah Bahagia


Aduh, aku hampir saja melupakanmu dalam misi #30HariMenulisSuratCinta. Maaf, ya. Bukannya tidak ingin, hanya saja ada satu-dua yang sulit kujelaskan padamu. Jika turut membaca surat-suratku sebelumnya, kamu pasti tahu betul penyebabnya. Ya, memang begitulah adanya. 

Kamis, 26 Februari 2015

Surat Untuk Zeetriesta



Hallo Zee. Salam kenal.

Sebelumnya maaf jika aku lancang membaca suratmu rabu kemarin. Itu loh, surat yang kau tulis selagi menunggu hujan reda di sebuah café. Tapi, pikirku kau tidak benar-benar sedang menunggu hujan reda saja, kau sedang menunggunya. Dia yang selalu menjadi tujuan surat-suratmu itu.

Rabu, 25 Februari 2015

Malaikat Tak Bersayapku


Kepada malaikat tak bersayap,
disampingku.

Hari masih berselimut gelap dan hembus angin menggelitik tulang. Dia mengintip dari balik jendala kamar. Melirik handphone lalu bangun dari mimpi yang kutahu masih ingin dia ulang.

Kreeekkk..

Selasa, 24 Februari 2015

Tentang Kita Tapi Tak Jadi


Selamat membaca surat cinta ke-25.

Surat hari ini aku tulis khusus untuk kalian, teman-teman blogger. Hmm.. Bagaimana aku harus memulai surat ini, ya? Bagaimana kalau aku bercerita sedikit tentang awal kita berkenalan? Barangkali saja kalian sudah lupa. Atau mungkin tidak pernah tahu sama sekali, seperti Ge yang tidak pernah tahu perasaanku yang begitu dalam padanya.

Diam kuanggap iya, ya. Oke?

Senin, 23 Februari 2015

Kau Adalah ...


Monday, February 23, 2015.

Aku tak habis pikir mengapa banyak yang mengeluhkan kau. Mencibir dan bahkan mengutuk. Monday, Monster Day, kata mereka. Dasar! Memang tahu apa mereka soal kau.

Minggu, 22 Februari 2015

Soulmate Untukmu


Aku masih belum tahu apa yang bisa menggantikan kekasihmu di siang yang selalu terik ini. Yang nyaman, selalu ada, mudah dikantungi, juga tentunya cocok berdampingan denganmu.

Kamu memang tidak menetapkan kriteria-kriteria khusus bak seorang pangeran yang mencari cinta. Kamu hanya butuh ada saja. Tapi aku menentang itu. Sungguh, kamu harus mendapat yang lebih dari sekedar ada. Kamu ingat kan, kekasihmu yang terakhir kali. Banyak mau dan tak bisa diam seperti cacing kepanasan. Dan ujung-ujungnya aku juga yang repot.

Sabtu, 21 Februari 2015

Sekali Lagi


Berbekal rindu yang mengepul di dada. Cappucino panas, juga backbag di punggung. Mata menerawang langit, pergi mengantarkan pada masa lalu. Kenangan.

Jumat, 20 Februari 2015

Berempat


Untuk teman sepergengan SMP,
sembilan tahun yang lalu.

Tunggu dulu, itu dulu geng apa bukan ya? Kalau tidak salah iya kan? Kalau tidak salah lagi, dulu kita sempat menamai diri kita berempat, bukan? Geng CWEK?

Tidak salah lagi, Geng CWEK. Hahaha..