Selamat datang Maret.
Februari sudah habis bersama seseorang yang
tak akan lagi saya sebut namanya disini. Tapi, tidak untuk pikirin juga hati. Sesekali.
Ya, hanya sesekali.
Februari tahun ini seperti mesin waktu yang mengembalikan
saya pada masa lalu. Yang seharusnya hanya sebagai kenangan, bukan untuk
kembali. Tapi, tak apa. Toh saya juga tak berencana menetap disana. Seperti
yang kalian lihat sekarang. Saya sudah kembali tepat setelah februari berakhir.









