Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2016

Rindu Itu...


ketika awan berarak pelan
burung pipit terbang bergerombolan
malam terang penuh bintang
panas bedengkang
rindu itu… bisa datang kapan saja

kepada kawan di masa lalu
kawan baru
mamang-mamang seberang jalan
musuh bebuyutan
rindu itu… bisa pada siapa saja

tentang cinta yang tak berbalas, kandas
menggila di kelas
bertengkar tak mau kalah
diam-diaman, hancur leburkan amarah
rindu itu... bisa tentang apa saja

pantai usang dengan sampah berserakan
keramaian
rumah mewah tanpa lampu
pelaminan kamu
rindu itu… bisa terjadi dimana saja

namun, seperti halnya cinta
kadang rindu tak bisa diucapkan
disampaikan, diberitahukan
dimintai balasan, alasan
rindu itu… terkunci rapat dalam hati perindu

aku rindu
rindu itu… hanyalah ada

…
280316 10.53 a.m
ketapang (i.n)

Sabtu, 12 Maret 2016

Hal Paling Mengerikan di Dunia

pagi itu
ia datang bersama mendung
diguyur hujan semalaman

pagi itu
ia pergi membawa tanya
lenyap dalam angin kencang

pagi itu
ia datang bersama mawar
menuai benih dalam sekam

pagi itu
ia pergi membawa asa
mencabut paksa tunas-tunas baru

pagi itu
ia menyadarkan bahwa
perpisahan tanpa kata adalah hal paling mengerikan di dunia

...
090316 06.02 a.m
singkup (i.n)

Selasa, 22 Desember 2015

Aku Mempunyai Ibu Yang Biasa




Aku mempunyai ibu yang biasa
Yang mencintaiku dengan segenap jiwa
Yang selalu berkata tidak apa-apa
Tatkala aku tidak mampu memberikan apa-apa
Selain cinta

Sabtu, 02 Mei 2015

Selamat Tinggal



Kepada yang berjanji namun berkhianat
Kepada yang berani memulai lalu hilang dalam pekat
Kepada yang baru saja menjadi keparat paling hebat

Selamat tinggal…
Semoga kita tidak pernah benar-benar bertemu
Semoga lekas tersadar bahwa semua hanya bayang-bayang semu
Semoga waktu mampu menggantikan kamu

____
Pontianak, 02052015.

Kamis, 30 April 2015

Bintang


Sabtu malam dua puluh lima april
dua ribu lima belas

Bintang-bintang menggantung
tak beraturan di langit
ada yang cahayanya terang
setengah terang
dan tepat di atas kepala
aku menengadah
ada bintang yang paling terang disana

Lalu…


P.S
Ada yang bisa ngelanjutin puisi—atau entahlah apa ini, di atas?
Anyway, selamat menginjak angka 100, sahabatku.

Sabtu, 04 April 2015

Senja Yang Kembali Ada

pict. from my instagram @iszzme


Aku tidak menyalahkanmu
Karena pergi meniggalkan luka
Juga tidak menyalahkanmu
Karena membiarkan rasa yang pernah ada
Kembali ada

Seperti malam yang mencuri senja dari petang
Berpisah sebentar lalu besoknya menebar semburat oranye pada langit
Lagi…
Kembali ada

Ini bodoh atau apalah aku tak mengerti
Mungkin cerita manis yang amat singkat itu
Hanya aku lebih-lebihkan saja

Tapi.. Tenang saja
Aku tak berniat mengganggu kesenanganmu bersama malam
Atau bermain-main dengan fajar

Selamat datang kembali kamu
Selamat ditinggalkan lagi aku

Seperti sedianya petang

_______
Ketapang, 2 April 2015
Ismie Nurbarina