Jumat, 07 November 2014

Lelaki Keras Kepala

picture by me (instagram @iszzme)

“Selamat pagi, Mar”

Laki-laki ini sungguh keras kepala. Meski seringkali aku abaikan pesan singkatnya, tak mengangkat panggilan telepon darinya ataupun sembunyi ketika dia ingin bertemu, Ia tetap saja mencoba memenangkan hatiku. Yang ku anggap malah mengganggu ketenangan hari-hariku.

Entah aku yang masih mengharapkan pengakuan dari kekasihku dulu atau mungkin memang laki-laki ini yang tak masuk kriteria lelaki idamanku, aku tak tahu. Untuk pria seusianya, ia cukup mapan. Wajah lumayan tampan dan ku pikir ia juga sangat baik hati.

Sabtu, 01 November 2014

#CS 2: Ngobrol Bareng Praja IPDN


Saya adalah satu dari ribuan cewek yang menyukai pria-pria berseragam. Misalnya, nih, polisi, TNI, pilot, spiderman (Spiderman pake seragam, kan?). Mereka-mereka itu, para pria berseragam, terlihat rapi, gagah, dan terpelajar. Dan yang paling penting, biasanya mereka, pria-pria berseragam tadi, ganteng.

Nah, di segmen Cerita Sahabat kali ini saya menghadirkan seseorang yang juga memakai seragam tetapi bukan polisi, TNI, pilot, ataupun spiderman.

Dia adalah teman segeng (ciailah geng) saya sewaktu SMP dulu. Fathurrahmi, seorang praja IPDN tingkat wasana.
 
gak beda jauhlah sama saya, kan?

Selasa, 28 Oktober 2014

Lombok !! Anugerah Terindah


Jika berbicara soal keindahan alam, Indonesia adalah gudangnya. Ribuan pulau eksotis, ratusan pantai ciamik, puluhan gunung menawan, dari daratan hingga lautan, menghiasi dari ujung Sumatera sampai Papua. Dari sabang sampai merauke selalu menggugah setiap orang ingin menjelahnya. Everyone wants to travel around the most beautiful island, Indonesia. Yup. I.N.D.O.N.E.S.I.A.

Di bagian barat ada Danau Toba dan Wakatobi dengan kemahsyuran legenda dan dunia bawah lautnya. Di timur, tak mau ketinggalan Kepulauan Raja Ampat. Juga ada Derawan dan Hutan tropis di Kalimantan. Bali di selatan dan masih banyak lagi. Saking banyaknya mungkin nggak akan selesai kalau ditulis dalam sehari. Banyaknya itu melebihi penolokan cinta yang sering kalian terima. Hih.

Dari sekian banyak wisata alam yang disuguhkan Indonesia, ada satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tentunya tempat ini tak kalah indah dari Bali yang sudah mendunia dan tempat-tempat indah di Indonesia lainnya.

That is Lombok.

Selasa, 14 Oktober 2014

Puri Akcaya 2 Blok D31



Tempat kami mengukir cerita. Ya, kami. Aku, Duris, dan Dewi.

Penghuni Puri Akcaya 2 Blok D31

Bermula dari sebuah kebetulan dan juga kebutuhan. Aku bersama Duris menemukannya. Sebuah rumah kecil di Puri Akcaya 2 Blok D31. Rumah kami di perantauan. Tempat berteduh di kala hujan. Tempat beristirahat di kala lelah. Tempat berbagi cerita suka dan duka bersama mereka. Duris dan Dewi.

Aku mengenal mereka di waktu yang berbeda.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Melihat Dalam Kegelapan



Jujur, di kota saya tinggal sekarang sering terjadi pemadaman listrik. Seminggu sekali, dari jam lima sore sampai jam sepuluh malam. Yup! Kami menyebutnya pemadaman listrik bergilir.

Mau tidak mau kami harus merasakan lima jam tanpa listrik setiap minggunya, belum lagi dengan adanya gangguan, listrik bisa mati kapan saja. Bisa karena kabel listrik yang tertimpa pohon, bisa karena korsleting, bisa karena gardu listrik yang meledak, ataupun bisa karena pasokan bahan bakar listrik yang terlambat datang.

Di sisi lain, PLN setempat tidak hanya tinggal diam. Mereka membagikan jadwal pemadaman listrik di radio-radio yang mana setiap hari radio-radio tersebut akan mengumumkan soal pemadaman listrik bergilir. Jadi, nggak kaget lagi kalau sekitar jam lima sorean listrik mati.

Minggu, 28 September 2014

A Night To Remember



Hujan turun begitu deras. Mungkin langit ikut bahagia menyaksikan kami yudisium. Hingga menjelang sore hujan masih tetap turun. Bertambah deras hingga beberapa rumah di Kompleks Puri Akcaya 2 digenangi air. Untungnya rumah inap saya tidak.

Acara perpisahan dimulai pukul 17.00 WIB. Tapi hingga maghrib usai, saya dan beberapa teman belum berangkat. Biasa anak-anak antimainstream.

Malam ini saya akan berangkat bersama Melly, Agus, Jheni, Rerin, Ve, Yersi, dan Yunita. Yup! Berdelapan dalam satu mobil. Mobilnya si Melly. Istilah gaulnya “NEBENG”.

Jumat, 26 September 2014

Yudisium Putih Biru



Sebelum ingatan ini benar-benar hilang, seperti biasa saya akan mengabadikannya disini di unyukk.blogspot.com yang sebentar lagi akan ganti nama menjadi www.ismienurbarina.com

Iya, bentar lagi. Uangnya masih kurang Rp.5000 buat beli domain. Mau nambahin? Boleh banget. Ups..


Hari itu sabtu, 12 juli 2014, awal dari segala akhir proses belajar di kampus dimulai. Semua di wajibkan datang memakai seragam lengkap. Pakaian putih-biru, almamater, sepatu pantofel, nametag, dan cepol. Semua harus sudah tiba di kampus sebelum pukul 07.30 WIB.

Berhubung saya anak yang antimainstream banget, saya datang pukul 07.45 WIB. Beda itu harus.

Sabtu, 13 September 2014

Kenangan Manis Ulang Tahunku


Tepat  jam 00.00 WIB handphone berdering. Ku lihat ada 7 panggilan tak terjawab dan sebuah pesan yang isinya “Happy Birthday”. Tidak ada embel-embel lain, hanya itu. Belum lama aku memejamkan mata handphone berbunyi sekali lagi. Pesan masuk bertuliskan “Aku ada di depan pintu”.

Dengan jalan sempoyongan, aku menghidupkan lampu kamar, lalu keluar menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.

“Happy birthday” sambut seorang lelaki tatkala aku membuka pintu. Ia tinggi, memakai sweater berwarna coklat tua dan celana jeans hitam. Kedua tangannya memegang kue black forest dengan taburan keju dan cokelat di atasnya. Dua lilin berbentuk angka 21 menyala lembut melengkapi keindahan kue.

Kamis, 11 September 2014

Wonderful Indonesia : Bermimpi Ke Raja Ampat


photo by indonesia.travel


Aku ingin ke Raja Ampat.

Surga yang konon katanya ada seorang wanita menemukan 7 butir telur. Empat diantaranya menetas menjadi pangeran. Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool. Lalu tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu. 

Selasa, 02 September 2014

Why Macau?



Macau. Hal pertama yang terlintas di pikiranku saat mendengar itu adalah “Boys Before Flowers”. Salah satu drama Korea yang aku dan kamu sukai. Kita melewati setiap minggu bersama untuk menonton drama ini. Kadang kamu menonton di rumahku, kadang pula aku yang menonton di rumahmu.

Boys Before Flowers

Ada satu episode yang membuat kita semakin dekat. Episode 14. Kala itu Geum Jan Di menyusul Goo Jun Pyo ke Macau. Banyak hal yang kita bicarakan mengenai episode ini. Kerinduan, keraguan dan tentang Macau itu sendiri. Episode ini pula yang kupikir, membulatkan tekadmu mengajakku ke sebuah café sekadar memperbincangkan ini dan itu. Kamu mulai banyak omong, Aku seperti biasa selalu bersemangat mendengarkan.

“Kerinduanlah yang membawa Geum Jan Di ke Macau” katamu.