Rabu, 23 April 2014

Asian Dream Cup, Park Ji Sung dan Running Man



Asian Dream Cup adalah suatu pertandingan sepak bola yang digelar oleh JS Foundation. Pertandingan tersebut bertujuan menggalang dana untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu yang memiliki bakat dalam persepakbolaan untuk memperjuangkan cita-cita mereka menjadi pesepak bola yang hebat. Khususnya anak-anak di Asia.

Asian Dream Cup ada berkat ide dari mantan pemain Manchester United, seseorang yang berasal dari negara yang sangat ingin saya kunjungi, Korea Selatan, Park Ji Sung. Setiap tahunnya Park Ji Sung melakukan TOUR di Negara-negara Asia dalam rangka untuk mengumpulkan dana tersebut bersama teman-temannya, baik dari kalangan aktor maupun pesepak bola profesional.

Tahun pertama (2011) Asian Dream Cup di gelar, Park Ji Sung bertandang ke Vietnam dengan memboyong member JYJ. Tahun Kedua (2012) di Thailand bersama Song Jong Ki, Rio Ferdinand, Ahn Jung Hwan dan RUNNING MAN. Yup! Running Man, guys. Running Man membuat pertandingan tersebut menjadi pertandingan yang sangat menghibur. Member Running Man yang ikut menggiring bola di lapangan adalah Kim Jong Kook dan Gary.

Asian Dream Cup di Thailand

Minggu, 30 Maret 2014

Delapan A


Sudah 2 tahun 6 bulan saya menjalani hidup sebagai seorang mahasiswi. Mahasiswi itu berarti anak kuliahan. Tapi sejak awal masuk kampus sampai satu bulan yang lalu, saya rasa lebih tepat saya menyebutnya “Sekolah”. Dulu, yang saya tahu dari ftv-ftv kuliah itu pergi telat pulang cepet, dalam seminggu cuma 3 atau 4 kali masuk kelas, ngecengin senior-senior cakep, ngemodusin dosen-dosen ganteng, atau nggak masuk kelas pas hari kejepit buat liburan. Sungguh surga sekali yang namanya kuliah itu. Eiiiittttss jangan berfikir begitu dulu.

Kenyataannya….

Pergi pagi pulang larut, senin-sabtu full kuliah, ngecengin senior mustahil, toh semuanya perempuan. Dosen ganteng? Hmm lupain deh. Coba-coba nggak masuk kelas alias bolos? Siap-siap aja nggak masuk-masuk kelas lagi. Ternyata kuliah nggak seindah yang ada di ftv-ftv. Kenyataan memang pahit.

Kuliah saya ini sedikit berbeda dengan kuliah-kuliah lainnya. Setiap jam kuliah dari senin-sabtu, dari pagi sampai sore, kami diwajibkan memakai seragam, sepatu hitam dan dituntut untuk selalu berpenampilan rapi. Rambut nggak boleh terurai dan poni nggak boleh nutupin jidat. Jika kalian masuk kampus saya, kalian akan melihat sosok-sosok perempuan anggun dan berkharisma. Padahal aslinya…… yagitudeh

Seperti halnya teman-teman saya di kelas Delapan A, mereka cerdas, kritis, aneh, alay, kompor. Pokoknya keren deh. Saking kerennya, dosen yang ngajar bisa terharu lalu nangis atau ngambek nggak mau masuk kelas lagi. Itu namanya prestasi, kan? Silahkan jawab sesuai iman masing-masing.

Oke, sekarang mari kita mengenal Delapan A lebih dalam lagi.

Senin, 10 Maret 2014

Asem - Asem Manis



Tulisan mas Indra di buku keduanya #TulangRusukSusu sukses menggagalkan kerja keras saya selama satu tahun terakhir ini. Mulai dari Bab Tulang Rusuk Susu sampai Stroberi Yang Pergi, semua mengingatkan saya tentang kisah cinta asem-asem manis saya dahulu.

ini tersangkanya.

Benar kata orang, masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling menyenangkan. Masa dimana kita mencari-cari jati diri, membangun persahabatan dan menemukan seseorang yang memiliki ruang kosong di salah satu rangka tubuhnya. Yup, tulang rusuk. Mungkinkah ruang kosong itu disediakan untuk saya??

Pria tinggi dengan senyum simpul super manis yang duduk tepat dua bangku di depan saya, sukses mengalihkan perhatian saya akan suasana ributnya anak-anak kelas XI IPA2 yang sedang rebutan tempat duduk. Ya, saat itu baru saja kenaikan kelas, dari kelas X ke kelas XI.

Senin, 24 Februari 2014

Perjalanan Panjang untuk Lulus (eps.6)


Setelah makan malam semua berkumpul untuk mendiskusikan tempat tujuan besok. Dari berbagai tempat yang disarankan oleh para pengajar di Bapelkes, sebagian besar memilih untuk pergi ke Yogjakarta. Saya juga.

Tapi.. semuanya gagal karena sesuatu. Dan sesuatu itu tidak dapat saya jelaskan disini. Biarlah Tuhan dan kami bersembilan puluh saja yang tahu. hehe

Keesokan paginya, teman-teman saya, para anak alay, ngajakin ke Borobudur lagi. Daripada seharian tidur-tiduran di asrama Bapelkes, ya mending ke Borobudur aja lagi. Yang jauh nggak boleh, yang dekat kenapa tidak. Eh.. keceplosan

Lalu, pergilah kami ke Borobudur lagi. Naik angkot. Keren.

Di depan pintu masuk, nih.

Rabu, 29 Januari 2014

Berpisah Untuk Bertemu


Sabtu kemarin merupakan hari terakhir wali kelas saya mengajar di kampus. Namanya Ibu Lilik. Ia adalah sosok wali kelas yang berkharisma, tegas, baik hati dan nggak gengsi berbaur bersama kami, mahasiswi-mahasiswi unyu nan kece yang rada-rada alay dan kompor. Katanya ia akan pulang ke kampung halamannya, berkumpul bersama keluarga di Bengkayang.

Meski masih nggak setuju dengan keputusan Ibu Lilik untuk pindah dan pergi meninggalkan kami, mahasiswi-mahasiswi unyu nan kece, Saya berusaha untuk merelakan jika itu benar-benar membuat ia lebih bahagia dan sukses di sana.

Sebulan yang lalu, sebelum kepindahan Ibu Lilik, juga ada dosen yang pindah. Dia adalah salah satu dosen favorite saya. Berbeda dengan Ibu Lilik yang jauh sebelum hari kepindahannya, mengabari dan berpamitan, namun ibu yang satu ini tidak. Tega? Iya, banget. Meninggalkan kami, mahasiswi-mahasiswi unyu nan kece tanpa sepatah kata sedikitpun. Namun, saya yakin pasti ada alasan yang membuat ia tidak memberitahu atau memang sayanya yang nggak tahu alias kudet -kurang update-. Dari gosip yang saya dengar, ia pindah ke Jawa. Dan ternyata bener, ia pulang ke kampung halamannya itu, Jawa. Ah, homesick dimana-mana.

Kamis, 23 Januari 2014

Hai.. Cinta Pertama


Sudah pernah menonton film ini ?

Alya dan Sunny

Ya, judulnya "Cinta Pertama". Film tersebut diputarkan di bioskop sekitar tahun 2006 dan selalu sukses membuat saya menghabiskan banyak tissue setiap kali menontonnya. Kecintaan Alya kepada Sunny yang disebutnya cinta pertama itu, sungguh luar biasa, seluruh ruang di hatinya hanya teruntuk dia, Sunny. Mungkin itu yang membuat saya tidak pernah bosan menonton film ini, lagi, lagi dan lagi.

Memang, saya tidak tahu banyak tentang cinta. Namun, yang saya tahu, cinta itu adalah pertemuan hati dan hati yang dilandasi rasa kasih sayang, nyaman, dan apa adanya. Datang dari hati, juga terkadang akibat dari ketidaksengajaan. Ya, kebiasaan. 

Minggu, 12 Januari 2014

Perjalanan Panjang untuk Lulus (eps.5)


Hai.. selamat menikmati tahun 2014. Di postingan pertama tahun ini, saya mau ngelanjutin cerita PKL, nih. Baru ingat kalau Perjalanan Panjang untuk Lulus belum selesai. Oke langsung aja ya, lanjutan dari episode 4. Check it out..

***

Sekitar pukul 16.00 WIB kami tiba di Bapelkes. Ternyata jarak antara Bapelkes dan Borobudur nggak jauh-jauh amat, hanya sekitar 20 menitan. Andai jarak hati kamu ke hati aku sedekat itu ya, pasti aku bahagia dan kamu sudah tentu tidak.

Seperti yang sudah saya ceritakan di episode pertama, Bapelkes itu adalah Balai Pelatihan Kesehatan. Jadi, selain ruang belajar (penyampaian materi pelatihan) juga ada asramanya. Satu paket, lengkap. Teman-teman, sekarang aku anak asrama. heheheh

Setelah menurunkan koper dan printer masing - masing, kami berkumpul. Bukan untuk tawuran tapi untuk pembagian kamar. Satu kamar untuk tiga orang. Dan saya kebagian kamar di asrama Kenanga nomer 12 bersama Ve dan Ayu. Kami juga tergabung dalam satu kelompok. Iya, pembagian kamarnya emang berdasarkan kelompok.

Selasa, 31 Desember 2013

Jangan Tipu Gue di 2014 !!!


Berhubung besok udah tahun 2014 dan gue bukan penikmat malam tahun baru, jadi malam ini gue akan menutup tahun 2013 dengan menulis sedikit tentang kejadian bodoh yang pernah gue alamin di tahun ini.

Kalau diantara kalian ada yang ngikutin terus tweet-tweet gue di @imeeina pasti kalian sering banget nemu tweet seperti ini..



Ya, bener. Gue sering banget ditipu, mulai dari mbak - mbak yang jualan pulsa dibandara, penjaga toilet umum, sampai ke yang jualan online. Gue nggak tau juga apa sebenernya yang bikin gue sering banget ditipu, apa karena wajah gue yang terlalu polos atau emang guenya yang mudah banget dibego-begoin.

Seperti beberapa waktu yang lalu, saat itu handphone gue mati dan nggak nyala. Iya, gue tau itu sama aja. Setelah berpikir keras layaknya Einstein, gue tahu kalau kematian handphone gue itu disebabkan karena batterynya udah rusak, kembung-kembung gitu. Berhubung handphone gue cuma satu dan gue takut ntar dikirain selingkuh gara-gara nggak angkat telpon / bales sms pacar gue, akhirnya gue memutuskan meluncur ke counter untuk membeli benda kecil berbentuk persegi panjang itu. Yep! Battery handphone.

Jumat, 27 Desember 2013

Ayo Tantang Nyalimu Bersama CB150R STREETFIRE

Di zaman yang serba modern ini, tunggangan yang canggih, irit dan advance emang menjadi suatu kebutuhan mutlak bagi para pengendara motor. Bagi sebagian orang, motor tidak hanya menjadi kendaraan, namun juga mencerminkan kepribadian dirinya. Motor keren, orangnya juga keren, walau orangnya jelek, bisa jadi keren juga, dikit. 

Menurut survey yang gue lakukan sendiri, tingkat kepemilikan motor keren dapat menurunkan angka kejombloan di Indonesia, loh. Apalagi jika motor yang dimiliki tersebut merupakan motor yang canggih, irit dan advance, niscaya nggak ada lagi yang nangis karena malem minggu selalu sendiri, nggak ada lagi yang showeran malem-malem karena nggak punya pacar ataupun yang nyilet-nyiletin tangan karena diputusin pacar dengan alasan “Motor kamu jelek, sama kayak muka kamu”. Pokoknya yang namanya jomblo di muka bumi ini akan lenyap, deh.

Emang ada motor yang canggih, irit,advance dan bikin gak jomblo lagi, Nyuk ??

Jelas ada, dong.  Ini dia..

Honda CB150R STREETFIRE


Motor di atas adalah salah satu motor keren keluaran HONDA, namanya CB150R STREETFIRE. Honda CB150R StreetFire merupakan bintang baru naked sport bike yang memadukan desain gaya terbaru, performa tinggi di kelasnya serta dilengkapi dengan berbagai fitur canggih hasil inovasi teknologi terkini.  

Minggu, 22 Desember 2013

Perjalanan Panjang untuk Lulus (Eps. 4)


Lanjutan dari episode 1, episode 2, episode 3
Silahkan klik bagi yang belum baca ;)

“Jam 13.00 WIB semuanya kumpul lagi disini” ucap ibu dosen

Yep! Singkat banget hanya satu jam di Borobudur, mau ngegebet cowok aja nanggung banget dengan waktu cuma segitu. Satu jam. Tapi, bukankah peraturan itu dibuat untuk dilanggar, muehehehehe…

Dari parkiran bus sampai pintu masuk Borobudur masih bareng-bareng. Disini jalannya udah gak kayak anak bebek lagi, tetapi lebih ke gerombolan para turis gitu. Iya, turis. Mereka pakai kacamata hitam, pakai payung, puterin musik trataktakdungces jadi deh gerobak topeng-topengan itu. Untung aja gak ada musiknya.

Berhubung saat itu hari minggu, Borobudur rame banget, banyak bule dimana-mana. Sayang banget bulenya gak sendirian, tapi bareng istri dan anak. *coret bule dari daftar gebetan*

Suasana di luar pintu masuk

Sebelum masuk ke dalam area Borobudur sempet ada insiden kecil. Ya, tapi kalian tahu kan kalo ditanggepin berlebihan yang kecil itu bisa jadi besar. Apa insiden itu? Kacamata saya ketinggalan, bukan di bus tapi di Pontianak. Saya gak punya kacamata. Aaaaaaak ottokeyeo..

Seperti biasa, saya panik, namun tetap imut. Lari-lari kecil, gitu.